Ikuti kami di
8 Kesalahan Umum dalam Berkano yang Harus Dihindari Setiap Pemula
Membagikan
Sebagian besar perjalanan kano pertama kali berakhir dengan seseorang kelelahan, basah kuyup, atau bertengkar dengan pasangan mendayungnya. Mengendalikan perahu membutuhkan lebih dari sekadar mendayung di air, dan sungai akan cepat menghukum siapa pun yang datang tanpa persiapan. Anda tidak perlu mempelajari pelajaran ini dengan cara yang sulit dengan terbalik atau mengalami cedera bahu. Dengan menghindari beberapa kesalahan umum yang dilakukan pemula saat berkano dan mengikuti beberapa tips praktis, Anda dapat tetap kering, menghemat energi, dan mengemudi seolah-olah Anda benar-benar tahu apa yang Anda lakukan.
Kesalahan 1: Tidak Memakai Rompi Pelampung (Jaket Keselamatan)
Banyak pemula melemparkan jaket pelampung mereka ke dasar kano, dengan asumsi mereka dapat langsung mengambilnya jika perahu terbalik. Tetapi terbalik terjadi dalam sekejap. Rompi yang longgar akan langsung mengapung atau terjebak di bawah lambung yang terbalik.
Mencoba memasang jaket pelampung ke bahu Anda sambil mengapung di air hampir mustahil, terutama karena menyentuh air dingin memicu refleks terengah-engah yang tidak disengaja yang dapat menyebabkan Anda tenggelam hampir seketika.Solusinya:Kenakan jaket pelampung Anda dan kencangkan semua gespersebelum meninggalkan dermaga. Agar benar-benar melindungi Anda, jaket harus pas sepenuhnya. Mintalah teman mendayung Anda untuk menarik tali bahu—jika jaket melorot melewati dagu Anda, berarti terlalu longgar.
Kencangkan tali samping hingga jaket menempel erat di tulang rusuk Anda, sisakan ruang yang cukup untuk bernapas dan mendayung dengan nyaman.Kesalahan 2: Memakai Pakaian dan Sepatu yang Salah
Ketika ramalan cuaca memprediksi hari yang cerah dengan suhu 80°F (27°C), sangat menggoda untuk pergi ke sungai dengan kaos katun, celana jeans, dan sandal jepit. Tetapi udara hangat tidak berarti air hangat. Jika Anda jatuh ke air, katun akan tetap dingin dan basah. Kaos yang basah kuyup akan membuat Anda kedinginan begitu angin bertiup, dan celana jeans yang basah hanya akan memberatkan Anda.
Tambahkan sandal jepit ke dalam campuran, dan Anda akan tergelincir di bebatuan sungai hanya untuk mencoba berdiri.Solusinya:Berpakaianlah sesuai dengan suhu air, bukan hanya cuaca. Ganti pakaian katun dengan pakaian sintetis yang cepat kering. Jika airnya sendiri dingin, kenakan pakaian selam untuk mencegah syok air dingin. Alih-alih sandal jepit, kenakan sepatu air yang aman atau sepatu kets lama yang benar-benar mencengkeram bebatuan dan tidak akan terlepas. Terakhir, kemas satu set pakaian kering cadangan dalam tas kedap air. Jika Anda tiba-tiba terjatuh ke air, Anda dapat dengan mudah berganti pakaian di tepi sungai dan melanjutkan perjalanan.
Kesalahan 3: Merekam dengan Ponsel Alih-alih Drone Tahan Air
Mengabadikan perjalanan adalah bagian besar dari kesenangan, jadi pemula secara alami mengeluarkan ponsel mereka atau membawa drone kamera standar. Tetapi kano terkenal goyah. Satu benturan dengan batu atau perubahan berat yang tiba-tiba sudah cukup untuk menjatuhkan ponsel langsung ke sungai. Drone biasa bahkan lebih berisiko.
Mencoba menerbangkan atau menangkap drone standar sambil menjaga keseimbangan di perahu yang bergerak biasanya berakhir dengan perangkat tersebut jatuh ke air dan tenggelam.Solusinya:Cara termudah untuk menjaga ponsel Anda tetap aman adalah dengan menyimpannya di dalam tas kedap air. Jika Anda menginginkan foto dan gambar udara, gunakan drone tahan air untuk kano sepertiHOVERAir AQUAsebagai gantinya. Karena dapat lepas landas dan mendarat langsung di permukaan air, Anda tidak perlu lagi mengambil risiko menjatuhkan ponsel Anda ke laut atau berdiri untuk menangkap drone.

Kesalahan 4: Mendayung Hanya Dengan Lengan
Secara naluriah, kita akan menggunakan lengan saja untuk menarik dayung di air. Tetapi jika Anda sepenuhnya mengandalkan bahu dan bisep, Anda akan kelelahan dalam satu mil pertama. Mendayung dengan lengan juga menghasilkan tenaga yang sangat sedikit, artinya Anda akhirnya bekerja dua kali lebih keras untuk menjaga perahu tetap bergerak.
Kesalahan 5: Berdiri atau Memuat Kano dengan Tidak Benar
Berdiri untuk meregangkan badan atau berganti tempat duduk akan langsung merusak stabilitas perahu dan merupakan cara termudah untuk terbalik. Tetapi bahkan jika Anda tetap duduk, memuat kano secara tidak merata akan merusak perjalanan Anda. Menumpuk semua perlengkapan Anda atau menempatkan orang terberat di salah satu ujung akan mendorong sisi itu jauh ke dalam air dan mengangkat ujung lainnya.
Ketika perahu tidak seimbang, angin dan arus dengan mudah menangkap ujung yang terangkat, membuat kano berputar terus-menerus dan hampir tidak mungkin untuk dikendalikan.Solusinya:Jaga agar berat badan Anda tetap rendah. Jika Anda harus bergerak, tetaplah berjongkok dan pertahankan tiga titik kontak—seperti memegang kedua sisi kano sambil menggerakkan kaki Anda. Saat memuat barang, distribusikan berat badan agar kano berada dalam posisi rata sempurna dari depan ke belakang. Letakkan barang-barang berat secara rata di bagian bawah di tengah perahu. Kano yang rata akan melaju lurus dan jauh lebih mudah dikendalikan.
Kesalahan 6: Mendayung Tidak Sinkron dengan Pasangan Anda
Jika Anda dan pasangan Anda mendayung dengan kecepatan berbeda, berganti sisi tanpa peringatan, atau keduanya mencoba mengarahkan secara bersamaan, kano hanya akan berzigzag atau berputar-putar. Ketidakselarasan total adalah alasan mengapa kano mendapat julukan "perahu perceraian"—saling beradu kayuhan sangatlah membuat frustrasi dan biasanya berakhir dengan seseorang berteriak di seberang air.
Solusinya:Anda perlu menetapkan ritme dan tetap berpegang pada ritme tersebut. Orang di depan menetapkan kecepatan yang stabil, sementara orang di belakang menyesuaikan waktu mereka dan menangani kemudi. Selalu berkomunikasi sebelum Anda berganti sisi sehingga Anda berdua bergerak bersamaan, yang menjaga keseimbangan perahu. Jika Anda menuju ke perairan yang sulit atau berarus deras, jangan mencoba melakukannya secara asal-asalan dengan pemula lainnya.
Bawalah pasangan berpengalaman yang tahu cara membaca sungai dan dapat memandu Anda.Kesalahan 7: Membiarkan Arus Mengendalikan Perahu Anda
Air tidak akan pernah secara alami menjaga kano Anda tetap di tengah. Jika Anda hanya duduk santai dan membiarkan sungai mengambil alih, arus atau angin pada akhirnya akan mendorong Anda ke tepi luar, menjepit Anda ke jembatan, atau menyapu Anda ke pohon tumbang.
Jika Anda menunggu hingga sudah menabrak rintangan untuk mulai mendayung, Anda seringkali akan bergerak terlalu cepat untuk melakukan apa pun.Solusinya:Anda perlu tetap berada di depan perahu dan mendayung dengan rencana. Mulailah perjalanan Anda dengan mendayung melawan angin atau arus saat Anda memiliki energi paling banyak. Ini akan membuat perjalanan pulang jauh lebih mudah saat Anda lelah. Sebelum Anda meluncurkan perahu, bicaralah dengan penduduk setempat untuk mengetahui tentang bahaya tersembunyi seperti pagar yang terendam atau "penyapu" (pohon yang menggantung di atas air). Selalu pilih satu titik di tepi pantai dan arahkan perahu ke sana dengan tujuan—jangan biarkan air menentukan ke mana Anda akan pergi.
Kesalahan 8: Mencondongkan Tubuh Menjauh dari Rintangan
Jika arus mendorong kano Anda ke samping menabrak batu atau kayu, naluri pertama Anda adalah mencondongkan tubuh menjauh dari rintangan. Rasanya lebih aman untuk menarik kembali ke arah perairan terbuka, tetapi mencondongkan tubuh menjauh justru menyebabkan perahu terbalik. Dengan memiringkan berat badan Anda ke hulu, Anda menurunkan sisi kano yang menghadap air yang datang.
Arus akan langsung menangkap tepi itu, memenuhi perahu, dan menjepit kano beserta semua orang di dalamnya ke batu.Solusinya:Anda harus melawan insting Anda dan mencondongkan tubuh ke arah rintangan. Jika Anda menabrak sesuatu dari samping, miringkan kano ke hilir menuju objek tersebut. Pengangkatan ini memungkinkan air yang deras mengalir dengan aman di bawah lambung, bukan ke samping. Meskipun terasa salah untuk bergerak lebih dekat ke benda yang baru saja Anda tabrak, menjaga tepi hulu tetap tinggi adalah satu-satunya cara untuk tetap tegak.
Setelah perahu stabil, Anda dapat dengan aman mendorong perahu atau merencanakan langkah selanjutnya.Rencanakan Perjalanan Anda Dengan Tips Kano Penting!
Berkano jauh lebih menyenangkan ketika Anda tidak berjuang melawan air atau perlengkapan Anda. Sebagian besar kecelakaan dan kelelahan berasal dari kelalaian sederhana, seperti mengenakan sepatu yang salah atau mendayung hanya dengan lengan Anda. Dengan mempersiapkan diri untuk terbalik, menyeimbangkan perahu Anda, dan berkomunikasi dengan pasangan Anda, Anda dapat fokus pada pemandangan daripada bertahan hidup. Ingatlah tips keselamatan ini sebelum Anda mendorong perahu, dan Anda akan memiliki pengalaman yang jauh lebih lancar di sungai.